Anda dapat juga mengakses beberapa link ini: Malimbuku Malimbuku Auto Backlinks BackLinks Free Auto Backlinks PermakBlog Blog Permak Auto Backlinks FreeAutoBacklink's Free Auto Backlinks FreeBacklinks free backlinks FreeWebSubmission free web submission TopOfBlogs free web submission Cool Text Cool Text: Logo and Graphics Generator
  • WHEN PEOPLE START DISGUSTED WITH THEIR LEADER

  • VIOLA

  • BEAUTY AND THE BEACH

  • FUNNY MAN

  • SEA VESSEL RACE

  • EGG'S CRIES

Hilangnya Makna Natal

Senin, 20 Desember 2010 , Posted by admin at 20.12.10

Saat ini tidak dapat dipungkiri di banyak tempat dan di banyak hati, Natal mulai tergerus maknanya sehingga nyaris hilang sama sekali. Natal sekedar menjadi sebuah acara peringatan peristiwa masa lalu. Dengan berbagai kisah indah dan adegan dramatis di baliknya. Ibarat musim, Natal satu datang, Natal lain berlalu. Cuma singgah sejenak, tidak membekas, apalagi berkesan. Memang ada yang membedakan saat Natal dan saat “bukan Natal”; aktivitas acara gereja, kesibukan ini-itu di rumah. Suasana pun lebih semarak. Ada pohon Natal yang gemerlap, sinetron/ film Natal, Penyanyi, dalam dan luar negeri, berlomba-lomba mengeluarkan album Natal......

Namun setelah itu, apa yang tersisa setelah hiruk-pikuk itu? Selain lelah fisik, karena harus mondar-mandir ikut perayaan Natal. Capek hati, karena harus bersitegang dengan orang-orang, entah sesama panitia Natal, entah dengan Majelis Jemaat, entah juga dengan teman sekerja. Sumpek pikiran, karena sibuk memformulasikan dan mengerjakan segala tetek-bengek perayaan Natal. Itukah yang tertinggal????

Maka wajar, kalau saat ini ada orang yang menganggap Natal hanya sebagai perayaan masa-lalu; tanpa makna, tanpa isi, sekedar berlelah-lelah tanpa hasil.....orang merasakan ruang kosong dalam hatinya, makin melompong. Seolah ada sesuatu yang hilang dengan Natal saat ini???

Padahal, Natal pertama 2000 tahun yang lalu adalah peristiwa monumental dalam sejarah manusia, yang sampai kini membekas dan berkesan di hati banyak orang.

Natal pertama, jauh dari kemeriahan dan segala bentuk aktivisme. Para tokoh yang terlibat dalam peristiwa itu rata-rata datang dalam kebersahajaan. Mengalami dan menjalani Natal dengan penuh kesederhanaan. Namun Makna Natal pertama tetap abadi dan relevan sampai sekarang.

Apa kuncinya??

Pada kasih dan kepedulian. Ada Yusuf dan Maria yang awalnya sangat bimbang dan ragu. Tapi....akhirnya saling menerima. Mereka memandang apa yang terjadi sebagai bagian dari kehendak Tuhan. Mereka taat, tanpa reserve. Menyerahkan hidup sepenuhnya ke dalam tangan kasih Tuhan.

Pada hati yang dipenuhi rasa takjub akan karya kasih Sang Pencipta, lalu tergerak untuk menyembah. Ada para Majus dan gembala, yang satu menempuh jalan panjang dan sulit, dari Persia ke Betlehem, yang lain hanya perlu berjalan dari padang Efratha ke Kandang. Satu kesamaan : mereka sama-sama “takjub” dengan “Kabar Baik” itu, lalu segera pergi menyembah Sang Bayi Kudus. Mungkin Natal kita berlalu tanpa kesan. Natal satu datang, Natal lain pergi, dan kita tetap merasakan kekosongan makna. Bisa jadi itu petunjuk, bahwa kita sudah terjebak dengan aktivisme Natal. Kita hanya asyik dengan “perayaan Natal”, dan abai dengan “makna”. Kita hanya fokus pada segala persiapan “di luar diri”, dan lalai dengan persiapan “dalam hati”. Maka tidak heran kalau Natal-pun bisa menjadi sesuatu yang hambar.

Di hati banyak orang sebetulnya selalu ada kerinduan untuk peduli dan berbagi kasih dengan sesama. Tinggal, adakah momen yang memicu, dan cara yang memacu? Natal bisa jadi momen untuk itu. Lalu caranya???

Tidak ada cara lain, kita harus kembali ke esensi Natal. Yaitu “KASIH” dan “KEPEDULIAN” kepada sesama, serta hati yang diliputi rasa “takjub” dan kerinduan untuk menyembah Sang Pencipta.

Semoga Natal tahun ini, menjadi kenangan Natal terindah dalam hidup kita. Kiranya NATAL bisa menjadi momen perdamaian. PEACE ON EARTH........

Usulan Kado Natal : Untuk musuhmu, pengampunan; Untuk lawanmu, toleransi; Untuk sahabat, hatimu; Untuk pelanggan, pelayanan; Untuk semua kemurahan; Untuk anak, teladan yang baik; Untuk orang tua, kepedulian; Untuk dirimu, penghargaan..... — JWPColl

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Poskan Komentar

Terima kasih telah bersedia meninggalkan komentar